BREAK NEWS

Klarifikasi Isu Emas Ilegal: AS Bantah Keterlibatan, Dugaan Pemerasan Muncul

Matacamera.id,kalbar-4 April 2025- Beredarnya dua video di platform TikTok yang menuding sosok berinisial AS sebagai pelaku utama dalam bisnis emas ilegal di Kalimantan Barat menimbulkan kontroversi. Video pertama diunggah oleh akun FaktaKalbar.id pada 26 Maret 2025 dengan klaim bahwa AS mengendalikan jaringan bisnis emas ilegal bernilai miliaran rupiah per hari. Video kedua dari Info Ketapang pada 3 Maret 2025 menuduh AS telah memindahkan hampir 400 kg emas ilegal ke tempat aman.


Sumber terpercaya memastikan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Tidak ditemukan bukti bahwa AS menginvestasikan Rp5 miliar per hari dalam bisnis ilegal ini. Selain itu, klaim kepemilikan emas hingga ratusan kilogram juga dinilai sebagai spekulasi yang tidak berdasar.


Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, informasi yang disebarkan dalam video tersebut lebih cenderung sebagai bentuk pencemaran nama baik. AS disebut tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan maupun perdagangan emas ilegal di Kalimantan Barat. Sumber ini menegaskan bahwa informasi yang beredar telah disusun untuk membentuk opini negatif terhadap AS.


Lebih lanjut, muncul dugaan bahwa isu ini merupakan bagian dari upaya pemerasan yang menyasar AS. Nilai pemerasan diperkirakan mencapai Rp5 hingga Rp7 miliar, dengan modus penyebaran informasi palsu yang dikemas dalam bentuk pemberitaan investigatif.


Indikasi kuat menunjukkan bahwa nama AS sengaja dicatut untuk menciptakan tekanan. Penyebaran berita tanpa bukti konkret dinilai sebagai langkah yang disengaja untuk merusak reputasi pihak tertentu dengan motif tertentu.


Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menerima informasi yang tersebar di media sosial. Penyebaran informasi sepihak tanpa verifikasi dapat berujung pada kesalahpahaman dan ketidakadilan bagi individu yang dituduh tanpa bukti sahih.


Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum mengenai kebenaran klaim dalam video tersebut. Namun, kasus ini menyoroti bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai alat manipulasi opini publik dengan tujuan tertentu.
[Redaksi]

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment